Seriuskah Pak Luhut?
Pernyataan Luhut ” Orang Luar Jawa Jangan Memaksakan Diri Jadi Calon Presiden” sebuah sinyal dan bukti bahwa Pemerintah Negara Indonesia sudah tidak menggunakan Pancasila dan UUD 45 sebagai Dasar dan Konstitusi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Bagi saya pernyataan Luhut tersebut, harus disimak dan dihayati, mengingat latar belakang Luhut seorang militer yang memiliki pangkat terakhir Jendral dan saat ini sangat dipercaya Presiden untuk menuntaskan banyak kasus dan masalah.
Apakah pernyataan tersebut sebagai bentuk persetujuan agar wilayah-wilayah yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia? Atas sikap partai dan tokoh-tokoh nasianal yang telah menyimpang dari Pancasila dan UUD 45.
Atau apakah pernyataan Luhut tersebut sebuah bentuk kekecewaan atas pengkhianatan yang dilakukan Presiden, DPR, dan partai terhadap Pancasila dan UUD 45.
Nah biar lebih gamblang melalui tulisan ini saya ingin bertanya kepada Pak Luhut, apakah pernyataan tersebut dapat bapak pertanggungjawabkan?
Berhubung sampai saat ini Pemerintah indonesia sangat diskriminasi terhadap suku Batak yang sampai saat ini tidak memberikan kesempatan agar wilayah kami tidak menjadi Propinsi, daripada ngemis-ngemis kepada pemerintah Indonesia, suatu peluang emas bagi saya untuk mendirikan sebuah negara baru, syarat-syarat menjadi negara baru, lagu kebangsaan, Bendera, teritorial sudah terpenuhi.
Saya yakin banyak wilayah-wilayah yang ingin memisahkan diri dari NKRI melihat kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan Pancasila dan UUD 45.
Tom Pasaribu S.H, M.H.





















