Pilpres Yang Menakutkan!!!
Partai Nasdem telah menetapkan akan mengusung Anies Baswedan Calon Presiden Tahun 2024, suatu keputusan yang sangat sia-sia. Mengingat perolehan suara Partai Nasdem hanya 9 % pada pemilu tahun 2019.
Safari politik yang dilakukan Anies untuk membentuk koalisi terhadap Partai Demokrat dan PKS adalah hal yang biasa dalam dunia politik.
Namun usaha yang dilakukan Anies akan sia-sia, mengingat ketiga Partai pengusung Anies Baswedan adalah Partai yang berkhianat terhadap Pancasila dan UUD 1945.
Apakah ke 3 Partai tersebut masih memiliki hak ikut dalam kontestan Pemilu Tahun 2024?
Atau apakah rakyat bersedia memilih Anies yang diusung Partai yang telah berkhianat terhadap Pancasila dan UUD 45?
Sebagai pelaksana pemilu tentu kita tunggu keputusan KPU dalam penetapan Partai peserta pemilu tahun 2024, kalau KPU menetapkan ke 3 partai tersebut sebagai peserta pemilu tahun 2024, berarti KPU juga ikut serta berkhianat terhadap Pancasila dan UUD 1945 demi lancarnya anggaran yang diusulkan KPU.
Namun demikian masih ada proses yang harus dilalui, bahwa penentu terakhir adalah seluruh rakyat indonesia, sebagai pemilik kedaulatan, kalau rakyat menganggap pengkhianatan yang dilakukan partai tersebut adalah sebuah pelanggaran biasa maka kontestasi pemilu tahun 2024 akan berjalan, namun tidak berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Artinya rakyat Indonesia harus membuat Dasar dan Konstitusi yang baru, sebab pPancasila dan UUD 1945 sudah tidak berlaku lagi.
Tentu segala konsekuensi harus diterima dengan lapang dada apapun itu, atas bergantinya dasar dan konstitusi negara.
Sebab Pemerintah dan Negara Indonesia ada karena Pancasila dan UUD 45, kalaupun akhirnya Indonesia hilang atau bubar itu sebuah konsekuensi dari kesepakatan seluruh rakyat, meskipun hal tersebut adalah skenario rahasia yang disusupkan partai dan elit politik melalui proses pemilihan umum, untuk mendapatkan persetujuan dari rakyat.
Tidak perlu lagi ada keributan atau kerusuhan menurut saya nantinya, toh juga hal ini sudah saya utarakan berkali-kali dengan lantang dengan keberanian menempuh segala resiko yang harus saya hadapi. Tinggal menjalani saja tanpa perlu ada penyesalan atas apa yang sudah terjadi.
Semoga hal tersebut menjadi perhatian seluruh elemen bangsa, terkhusus seluruh rakyat indonesia.
Dan perlu saya tekankan bahwa sebagai seorang ghembel pinggiran saya tidak menginginkan kerusuhan ataupun keributan, toh juga rakyat yang jadi korban dari kerusuhan dan keributan tersebut, seperti meninggal, cedera, ekonomi hancur dan kehidupan yang makin tidak pasti.
Selamat membaca
Batavia, 7 Oktober 2022
Penulis
Tom Pasaribu S.H, M.H





















