Ngeri Bangat Kalau Ijasah Presiden Palsu
Persolan kasus ijasah palsu Jokowi yang mencuat akhir-akhir ini, akan menjadi persoalan yang begitu besar bila si pelapor dapat membuktikan ijasah Jokowi benar-benar palsu.
Seharusnya UGM membuat pernyataan dengan menunjukkan bukti-bukti yang otentik tentang keberadaan Jokowi menjadi Mahasiswa Kehutanan UGM, atau mahasiswa/mahasiswi jurusan kehutanan UGM lulusan tahun 1985 menyebarkan foto ijasah yang dimiliki sebagai pembanding dengan ijasah yang dimiliki Jokowi.
Saat ini beredar di sosial media foto Jokowi ketika berkunjung ke PT Sritex, disana tertulis Drs Joko Widodo Walikota Solo.
Tidak tertutup juga kemungkinan akibat kasus ijasah palsu yang tidak tuntas mulai tahun 2012, melahirkan berita-berita palsu (Hoax) yang sampai saat ini terus menghantui rakyat, seperti berita mobil Esemka.
Saya tidak habis pikir kalau betul adanya ijasah Jokowi benar-benar Palsu. Siapa yang akan bertanggung jawab atas seluruh kebijakan yang telah diambil Jokowi, mulai Walikota, Gubernur DKI Jakarta sera Presiden selama kurang lebih 8 tahun?
Kenapa Universitas Gajah Mada dari awal tidak segera membuktikan bahwa Jokowi benar-benar lulusan UGM Jurusan Kehutanan.
Apakah UGM sadar bila kasus ijasah palsu ini benar-benar adanya akan merusak Universitas Gajah Mada?
Resiko yang terjelek adalah UGM akan tutup selamanya karena hilangnya kepercayaan publik.
Sementara Partai dan Elit Politik sedikitpun tidak ada yang bergeming atau serius melakukan investigasi atas merebaknya ijasah palsu mulai tahun 2012.
Saran saya kepada lulusan UGM Tahun 1981 sampai 1985 kiranya terbuka pintu hatinya untuk membagikan foto ijasahnya kepada publik dengan suka rela.
Melihat perjuangan yang dilakukan Bambang Try Muliyono atas kasus ijasah palsu dengan gigih, menurut saya bukanlah untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara, sebab meskipun beliau masuk penjara terpisah dari anak dan istri karena kasus ijasah palsu, setelah bebas beliau masih tetap berani mempersoalkan ijasah palsu, artinya beliau berjuang tanpa pamrih untuk sebuah kebenaran.
Semoga alumni UGM lulusan tahun 1981 sampai 1985 bersedia membantu perjuangan Bambang Tri Muliyono dengan Ikhlas.
Tom Pasaribu S.H, M.H





















