• Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
No Result
View All Result
Home Berita

Pemerintah Dikendalikan Presiden Bayangan?

Tim Redaksi KP3-I by Tim Redaksi KP3-I
14/07/2021
in Berita, Politik, Slider Utama
0
Pemerintah Dikendalikan Presiden Bayangan?
18
SHARES
173
VIEWS
Bagikan Artikel ini

JAKARTA, Berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19 dinilai tidak selaras, alias tidak senafas hingga ke bawah. Bahkan terkesan ada sosok atau kekuatan yang mencoba melawan secara halus kebijakan tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan. “Padahal sudah tegas, Presiden Jokowi mengatakan vaksinasi gratis ditanggung negara karena dibiayai APBN. Namun seolah ada “presiden bayangan” yang mengeluarkan kebijakan sebaliknya, yakni vaksinasi berbayar,” kata Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I).

Padahal, kata Tom, sesuai dengan Konstitusi yang berlaku sampai saat ini, sangat jelas bahwa NRI memiliki seorang presiden dan wakil presiden. Dalam UUD 1945, disebutkan Presiden Indonesia memegang dua jabatan, yaitu sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kepala negara adalah sebuah jabatan yang mempunyai peranan sebagai wakil tertinggi dari sebuah negara. Sedangkan sebagai kepala pemerintahan, Presiden memegang kekuasaan pemerintahan. “Anehnya, ada bayang-bayang sosok presiden yang kadang mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan Presiden yang asli,” ungkapnya.

Akhir Tahun lalu pemerintah sudah mengatakan telah memesan 600 juta vaksin untuk rakyat indonesia dengan asumsi dua kali vaksin.

Terkait vaksin berbayar, sambung Tom lagi, bahwa pembelian vaksin dibeli tidak melalui APBN tetapi menggunakan dana BUMN. Namun disisi lain keluar pernyataan Meneg BUMN bahwa beberapa BUMN mendesak dan membutuhkan suntikan modal agar perusahaan pelat merah tersebut sehat.

Selain mempermasalahkan soal “Presiden Bayangan”, Tom juga menyoroti pernyataan Wakil Presiden yang menyatakan pemerintah kewalahan menghadapi situasi dan kondisi Covid-19 saat ini. Alasannya, penyebaran virus covid-19 terus meningkat setiap hari. “Namun tiba-tiba ada wapres bayangan mengeluarkan pernyataan bahwa penanganan virus covid-19 dapat ditangani dengan baik.”

Dengan kondisi tersebut, Tom mengibaratkan bahwa Indonesia saat sedang dikemudikan sopir tembak, seperti bus metromini, meskipun sopir tersebut kelakuannya ugal-ugalan dalam mengemudi yang membuat rasa takut dan mengancam keselamatan jiwa, tetapi penumpangnya tetap diam.

Tom mengaku tak tahu, apa yang terjadi dengan sistem pemerintahan di negeri ini. Karena itu, pihaknya mendesak agar Presiden Jokowi bersuara lebih keras. “Sehingga kami sebagai rakyat mengerti kebijakan dan pernyataan presiden mana yang harus kami ikutkan,” imbuhnya.

Yang jelas, sambung Tom, rakyat butuh informasi yang benar dari Presiden yang asli sebagai pencerahan dan menghilangkan kebingungan yang sedang dihadapi rakyat disituasi dan kondisi saat ini, biar tidak terjadi kegaduhan dan preseden buruk. Sebab dalam situasi ini kami sebagai rakyat yang selalu disalahkan.

Kami sangat menyadari hidup di dunia ini sudah tidak adil, tapi mbok sedikit bermoral lah, Semoga Tuhan Memberkati Rakyat Indonesia.

Tags: covid19presiden bayanganTom Pasaribuwakil presiden
Share2Tweet1SendSendShare
Previous Post

Presiden Bayangan

Next Post

Surat terbuka untuk Presiden

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Related Posts

Jokowi Presiden Inkonstitusional
Arsip Berita

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia
Berita

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut
Arsip Berita

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK
Arsip Berita

PRESS RELEASE

21/06/2025
Partai dan Elite Politik Harus Bertanggung Jawab!!
Arsip Berita

SURAT TERBUKA KE PRABOWO

15/06/2025
Kenapa harga BBM tidak turun, meski harga minyak dunia sudah turun
Arsip Berita

Politik Sapu Jagad

09/04/2025
Next Post
Herbal Covid-19 Dr Suradi Dibagikan Tim Gugus Tugas ke RS Wisma Atlet, Hasilnya?

Surat terbuka untuk Presiden

https://youtu.be/JTz9zij9Srg
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

26/10/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

29/12/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

Membongkar Gurita Bisnis Yang Dilindungi Polri, KPK, Kejaksaan dan BIN

16/01/2023
(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

26/10/2020
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

0

Fenomena Urbanisasi Pasca Lebaran; Transfer Orang Miskin Ke Kota

0

Soal Plt Pimpinan KPK, Tim Lima Serahkan Nama ke Presiden

0

“Selamatkan Century, Hukum Sudah Kiamat”

0
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025

Recent News

Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Hubungi Kami

GEDUNG KEDAI TEMPO

Jl. Utan Kayu Raya No.68H, RT.13/RW.6,
Kel. Utan Kayu Utara, Kec. Matraman. Jakarta Timur.
DKI Jakarta – Indonesia.
Kode pos : 13120

”KP3-I [email protected]

”KP3-I (+6221) 22897860

”KP3-I
+62 812 8236 6843

Ikuti Kami

TikTok Kp3-i

Tweet info KP3-i

Tweets by kp3_i

  • Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).