Rakyat Indonesia saat ini mengalami penderitaan karena himpitan ekonomi diakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok, pajak, BBM, TDL listrik, tarif Tol, biaya pendidikan, biaya kesehatan, hutang negara, kenaikan gaji dan tunjangan pejabat negara dan ASN, sementara akibat pandemi covid-19 yang masih menghantui kehidupan rakyat juga sangat menyulitkan perekonomian rakyat.
Akibat kenaikan-kenaikan tersebut pemerintah, partai, elit politik, pejabat negara, ASN dan kapitalis menikmati kehidupan yang berkelimpahan.
Sementara Kegaduhan politik tentang kekuasaan dan pemilu diciptakan, agar rakyat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan protes terhadap kesengsaraan yang sedang dialami.
Perlu disadari Kekuasaan itu hanya perebutan segelintir orang, kelompok maupun partai, tapi perlu diketahui kekuasaan itu dapat diraih melalui hak konstitusional yang dimiliki rakyat. Bagaimana kalau rakyat tidak mau menyerahkan hak konstitusionalnya pada saat pemilu? Apakah pemerintah ada? Apakah partai dapat seperti saat ini?
Sudah saatnya sistem ke partaian dan pemerintahan dikembalikan kepada asas kedaulatan rakyat, agar yang lebih diutamakan permasalahan dan kesengsaraan yang dihadapi rakyat, agar negeri ini damai.
Selama prinsipnya mengutamakan politik kekuasaan negeri ini akan gaduh, sudah sifat manusia untuk tamak dan ingin berkuasa.
Pemerintah, Partai dan elit politik harus berhati-hati, sebab tidak tertutup kemungkinan rakyat akan mengambil sikap tidak akan memberikan hak konstitusionalnya pada pemilu tahun 2024 bila kepentingan rakyat selalu menjadi korban kekuasaan dan politik.
Apapun boleh direkayasa, tapi ketika penderitaan dan kekesalan rakyat sampai ke ubun-ubun, rakyat punya kekuasaan penuh untuk tidak menyerahkan hak konstitusionalnya kepada siapapun, demi tercipta perubahan yang signifikan.
Sudah saatnya pemerintah, partai, elit politik sadar dan kembali kejalan yang benar, dengan menggunakan kedaulatan rakyat sebanyak mungkin untuk menyelamatkan rakyat dari kesengsaraan ekonomi, hukum.
Mau tidak mau, sadar tidak sadar, suka tidak suka sejatinya yang menciptakan kegaduhan selama ini adalah pemerintah, partai, elit politik dan kapitalis, ini sebuah kenyataan dan realita yang terjadi.
Penulis;
Tompas





















