Sekarang vaksin di Indonesia kosong sementara lebih banyak rakyat yang belum divaksin daripada yang sudah divaksin, langkah dan opini apalagi yang akan dibangun pemerintah untuk menutup-nutupi kepada rakyat.
Padahal lagi semangat-semangatnya semua lembaga negara dan relawan mengadakan vaksinasi, semogalah diwaktu yang singkat ada negara yang iba dan mau menyumbangkan vaksin untuk rakyat Indonesia.
Sebenarnya dari awal cara dan pola vaksinasi ini dalam pelaksanaannya sudah tidak adil dan merata, pejabat pemerintah sudah merata mendapat vaksin dua kali sementara rakyat belum semua mendapat vaksin, namun pemerintah membuat opini rakyat tidak mau divaksin, padahal stock vaksin yang dimiliki pemerintah yang sedikit, layakkah pemerintah disebut menyebarkan berita hoaks?
Kosongnya stock vaksin suatu bukti bahwa tidak ada keseriusan pemerintah untuk menyelamatkan nyawa rakyat, pemerintah berkoar-koar setiap hari menantang, memarahi, membentak bahkan mendenda rakyat karena tidak pakai masker dan belum divaksin, padahal pemerintah sudah dengan lantang menyatakan biar negara kita aman dan setidaknya bebas dari pandemi covid-19 harus mau di vaksin, hanya sebuah lips service dong, buktinya vaksin bisa kosong.
Lalu bagaimana dengan kebijakan dan aturan yang sudah terlanjur dibuat pemerintah kalau bepergian dan makan direstoran wajib menunjukkan bukti minimal sudah divaksin satu kali? Padahal stock vaksin pemerintah lagi kosong.
Terpaksa rakyat harus berkorban lagi dengan kekosongan vaksin serta kebijakan-kebijakan yang sangat merugikan tersebut, nasib…nasib.
Semoga Tuhan Memberkati Rakyat Indonesia
Tom Pasaribu
Direktur Eksekutif KP3-I
Mahasiswa Ilmu Hukum UKI





















