• Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
No Result
View All Result
Home Berita

Tom Pasaribu; Minta Anies Jangan Jadikan Banjir Alasan Kebut Reklamasi Ancol

Tim Redaksi KP3-I by Tim Redaksi KP3-I
21/07/2020
in Berita, Hukum, News Flash, Press Release, Slider Utama
0
3
SHARES
86
VIEWS
Bagikan Artikel ini

Jakarta — Eks Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi Tom Pasaribu meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk tidak mengumbar retorika terkait proyek reklamasi Ancol yang izinnya sudah dikeluarkan dalam bentuk surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020.

Tom menilai, alasan Anies memberi izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dufan seluas lebih kurang 35 hektare dan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas lebih kurang 120 hektare untuk mengatasi banjir Jakarta terkesan mengada-ada.

Sebab, dalam catatan Tom, program tersebut tidak ada dalam 23 janji kampanye Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 lalu.

Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) ini mensinyalir, pelaksanaan proyek Reklamasi Ancol dikebut berkaitan erat dengan kunjungan pimpinan KPK baru-baru ini ke Kantor Gubernur DKI Jakarta, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat .

“Bisa jadi, kunjungan KPK ke kantor Gubernur Jakarta kemarin membahas Reklamasi Ancol agar dapat berjalan mulus, karena setelah kunjungan tersebut proyek reklamasi Ancol langsung dikebut,” kata Tom dalam keterangannya, Senin (20/7/2020).

Hal lain dari pertemuan itu bisa juga untuk menutup beberapa kasus besar di Pemprov DKI Jakarta, yang dalam pantauan KPK diduga ada praktik-praktik korupsi. Seperti pengadaan barang jasa yang penuh dengan rekayasa, kasus rehab dan pengadaan di Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

Jika betul demikian, masihkah layak kita percaya dengan lembaga KPK, ujar Tom.

“Sadarkah KPK, bahwa akibat ulah KPK saya yang jadi korban dengan situasi ini. Saat ini untuk menyelamatkan beberapa kasus, Saya dikatakan diberikan oleh Pemprov. DKI Proyek 1 Triliun di Jakarta Utara,” ungkap Tom tanpa menjelaskan kasus yang dimaksud.

“Kalau saya sendiri yang jadi korban tidak jadi masalah, tapi lihat, masyarakat yang ekonominya lemah dan susah untuk makanpun sudah susah, tapi masih tega mengorbankan rakyat, demi untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompok, dengan alasan penanganan banjir, bagaimana kalau Jakarta masih tetap banjir, apakah KPK, Gubernur Anies dan DPRD yang menderita?,” cetus Tom.

Karena itu, Tom juga mendesak Gubernur Anies berhenti merangkai kata-kata yang ujungnya hanya akan merugikan warga Jakarta.

“Hentikanlah cerita kosong membangun untuk rakyat Jakarta. Bekerjalah sesuai dengan ajaran Pancasila dan Pembukaan UUD 45. Atau KPK, Gub Anies, DPRD DKI Jakarta kalau tidak suka, dorong saja Pancasila dan Pembukaan UUD 1945  supaya dihapus,” katanya geram.

“Saya berharap kalaupun proyek ini tetap dipaksakan silahkan, tapi kalau Jakarta masih tetap banjir nanti bulan Desember atau Januari, semua yang menyetujui dan mendukung proyek Reklamasi Ancol harus mengundurkan diri dari posisi masing-masing. Dan penegak hukum langsung saja menangkap semua yang terlibat,” tegas Tom.

Tags: #aniesbaswedan#banjir#bencanaalam#gerindra#golongankarya#indonesia#jakarta#jokowidodo#komitepemantaupemberdayaanparlemenindonesia#pdiperjuangan#pemerintah#polti#prabowosubiato#Presidenjokowidodo#reklamasi#TNIKP3-IpancasilaRakyatreformasi
Share1Tweet1SendSendShare
Previous Post

Eks Relawan Anies-Sandi protes

Next Post

Tom Pasaribu; Akhirnya Anies Turut Menjadikan BUMD jadi Bancakan dengan Judul Reklamasi

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Related Posts

Jokowi Presiden Inkonstitusional
Arsip Berita

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia
Berita

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut
Arsip Berita

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK
Arsip Berita

PRESS RELEASE

21/06/2025
Partai dan Elite Politik Harus Bertanggung Jawab!!
Arsip Berita

SURAT TERBUKA KE PRABOWO

15/06/2025
Kenapa harga BBM tidak turun, meski harga minyak dunia sudah turun
Arsip Berita

Politik Sapu Jagad

09/04/2025
Next Post
Kisruh RUU HIP, KP3i: Pancasila Diutak-atik Berarti Menganulir Kemerdekaan RI

Tom Pasaribu; Akhirnya Anies Turut Menjadikan BUMD jadi Bancakan dengan Judul Reklamasi

https://youtu.be/JTz9zij9Srg
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

26/10/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

29/12/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

Membongkar Gurita Bisnis Yang Dilindungi Polri, KPK, Kejaksaan dan BIN

16/01/2023
(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

26/10/2020
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

0

Fenomena Urbanisasi Pasca Lebaran; Transfer Orang Miskin Ke Kota

0

Soal Plt Pimpinan KPK, Tim Lima Serahkan Nama ke Presiden

0

“Selamatkan Century, Hukum Sudah Kiamat”

0
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025

Recent News

Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Hubungi Kami

GEDUNG KEDAI TEMPO

Jl. Utan Kayu Raya No.68H, RT.13/RW.6,
Kel. Utan Kayu Utara, Kec. Matraman. Jakarta Timur.
DKI Jakarta – Indonesia.
Kode pos : 13120

”KP3-I [email protected]

”KP3-I (+6221) 22897860

”KP3-I
+62 812 8236 6843

Ikuti Kami

TikTok Kp3-i

Tweet info KP3-i

Tweets by kp3_i

  • Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).