• Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
No Result
View All Result
Home Arsip Berita 2021

Rakyat seperti anak ayam yang kehilangan Induk

Tom Pasaribu SH.,M.H. by Tom Pasaribu SH.,M.H.
26/07/2021
in 2021, News Flash, Politik, Slider Utama
0
Rakyat seperti anak ayam yang kehilangan Induk
6
SHARES
174
VIEWS
Bagikan Artikel ini

Rakyat seperti anak ayam yang kehilangan Induk.

Saat ini rakyat sedang takut, resah dan bingung menghadapi pandemi covid-19, kalau mau dirumah saja, untuk memutus mata rantai atau tidak terkena covid-19, keluarga tidak makan, kebutuhan kehidupan tidak terpenuhi dengan baik, anak-anak terganggu sekolah. Bahkan kehidupan sosialpun hilang tanpa bekas.

Sementara solusi yang ditawarkan pemerintah menghadapi kondisi dan situasi ini, tidak sesuai dengan cita dan asa yang ditorehkan dalam UUD 1945, sebab tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyat. Benar kesehatan adalah kekayaan yang sangat berharga, tapi mungkinkah  sehat kalau tidak makan, jangankan memikirkan makan yang bergizi, untuk makan seadanyapun saat ini sudah syukur. Inilah dilema yang dihadapi Rakyat.

Belum lagi informasi tentang pandemi covid-19 yang selalu simpang siur dari pemerintah, setiap harinya, Presiden bilang A menterinya bilang c, pejabatnya bilang Z, semakin komplit dan lengkap penderitaan dan kebingungan rakyat.

Banyak yang mengingatkan ataupun memberi saran dan masukan dalam hal penyampaian informasi yang disampaikan  pemerintah kepada rakyat dalam penanganan pandemi covid-19 jangan simpang siur, tapi tetap saja informasi yang diterima rakyat simpang siur, Presiden pagi bilang A, sorenya menteri atau pejabat lainnya bilang F atau T.

Presiden mendapat mandat dari rakyat melalui Pemilihan Presiden Tahun 2019 untuk menjalankan roda pemerintahan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dalam hidup, kesehatan, pendidikan, perekonomian, hukum, keamanan dan ketertiban.

Sementara Partai, dan anggota DPR, DPD, mendapat mandat dari rakyat, untuk mengontrol jalannya roda pemerintahan demi terwujudnya cita-cita bangsa, melalui pemilihan umum 2019, rakyat menyerahkan sebagian Hak Konstitusinya agar dipergunakan untuk mendesak pemerintah agar memenuhi kebutuhan rakyat seperti, hidup yang layak, kesehatan yang layak, pendidikan yang layak, perekonomian, keamanan dan ketertiban, namun apa nak dikata, rakyat harus tetap kecewa dengan semua asa dan harapan tersebut, sebab yang terjadi saat ini selama kepentingan Partai, DPR,DPD serta keluarga dan kelompoknya tidak terusik atau berada di zona nyaman maka kritik kepada pemerintah biasa-biasa saja, bahkan tetap membela pemerintah walaupun kebijakan yang diambil menyengsarakan rakyat secara umum.

Disituasi pandemi covid-19 ini, rakyat harus berjuang sendiri untuk mempertahankan Hak Konstitusinya dengan segenap kemampuan yang dimiliki walaupun harus menelan pil pahit atau kegagalan, karena pemerintah memiliki jawaban yang ampuh, dengan kata rakyat sudah nemiliki “keterwakilan”.

Meskipun pemeritah dan sebahagian pemilik partai politik, menyatakan bahwa pandemi covid-19 tidak dimaanfaatkan untuk kepentingan politik. Namun dalam kenyataannya, praktek serta pelaksanaannya pandemi covid-19 sangat jelas dan nyata dimanfaatkan untuk pentas politik.

Sepertinya lebih penting dan berharga jabatan dan politik saat ini daripada keselamatan rakyat yang dalam posisi terancam, ketakutan, serta susah mempertahankan hidup.

Vaksin yang digemborkan dapat memutus matarantai penularan covid- 19, malah betul-betul dimanfaatkan untuk ajang politik dan cari muka.
Hal ini terjadi dikarenakan penanganan informasi ketersediaan vaksin tidak jelas dan jujur,  pemerintah telah menyatakan  pada Tahun 2020 sudah memesan vaksin sebanyak 600 juta untuk kebutuhan rakyat.

Namun disaat vaksin tersebut dibutuhkan rakyat secara menyeluruh, ternyata vaksin yang 600 juta tersebut tidak tau dimana keberadaannya, kita tidak paham apakah vaksin yang beredar saat ini adalah vaksin yang dibeli dan dipesan pemerintah  sebanyak 600 juta, atau vaksin hibah dari negara-negara yang iba dan kasihan terhadap nasib rakyat indonesia? Tidak ada keterangan dan informasi yang jelas tentang informasi ini.

Sementara dalam beberapa kesempatan pemerintah menghimbau masyarakat jangan takut untuk di vaksin. Kesalahan dan ketidak mampuan pemerintah dalam penanganan pandeli covid-19 selalu dialamatkan kepada masyarakat,  padahal pemerintah tidak pernah memberikan informasi yang jelas tentang ketersediaan vaksin yang sudah ada. Kalau dilihat dari pola dan praktek yang dilakukan pemerintah untuk vaksinasi secara bergelombang, sepertinya vaksin yang telah dipesan dan dibeli sebanyak 600 juta tersebut hanya pepesan kosong.
Jangan-jangan pemerintah saat ini hanya menunggu vaksin hibah dari negara-negara yang iba dan kasihan melihat kondisi rakyat indonesia.

Sebab kalau vaksin yang 600 juta tersebut sudah ada, pemerintah cukup mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh rakyat indonesia melalui SMS atau WA, hari/tgl, jam/waktu, tempat/ lokasi vaksin, sebagaimana pemerintah menagih iuran BPJS, sebab seluruh data rakyat sudah ada di lembaga BPJS.

Bermorallah dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini, pengusaha besar maupun kecil sudah mengibarkan bendera putih ketidak berdayaan mereka menghadapi situasi dan kondisi yang ada,  masa tidak ada rasa sedih dan tenggang rasa dengan kondisi saat ini.

Sudahilah dramatisir tentang vaksin ini kalau vaksinnya sudah cukup untuk seluruh rakyat indonesia tanpa terkecuali, seperti pernyataan pemerintah.

Demikian juga pembagian bansos yang sampai saat ini menjadi polemik yang berkepanjangan, kalau anggarannya sudah ada langsung diberikan kepada rakyat tanpa harus mempersulit administrasi serta uang administrasinya, sebab tidak tertutup kemungkinan lamanya bansos sampai kepada rakyat dikarenakan proses biaya administrasi, tidak menjadi persoalan juga disituasi genting ini Bank pemerintah tidak memikirkan keuntungan, untuk kepentingan dan pertahanan kehidupan rakyat, belajarlah serta eling dari kasus bansos tahun 2020.

Bila Presiden dan pemerintah serta partai pendukung pemerintah DPR, DPD, serta seluruh pejabat maupun BUMN melaksanakan dengan teguh, jujur dan ikhlas Alinea ke Empat pembukaan UUD 1945 serta pasal demi pasal niscaya indonesia akan cepat keluar dari situasi dan kondisi yang menakutkan ini.

Merdeka
Salam waras
Salam sehat

Semoga Tuhan Memberkati Rakyat Indonesia

Tom Pasaribu
Direktur Eksekutif KP3-I
Mahasiswa Ilmu Hukum UKI
Jakarta 25 Juli 2021

Tags: covid19Tom Pasaribu
Share2Tweet1SendSendShare
Previous Post

Berkorban Demi Rakyat

Next Post

Kesehatan yang menjadi ladang bisnis;

Tom Pasaribu SH.,M.H.

Tom Pasaribu SH.,M.H.

Non Government Organization No. Inventarisasi : 104/D.I/2001 No. inventaris BKB-DKI : 41/STTPKO/K/XII/2004 Telepon : 021-22897860

Related Posts

Jokowi Presiden Inkonstitusional
Arsip Berita

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia
Berita

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut
Arsip Berita

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK
Arsip Berita

PRESS RELEASE

21/06/2025
Partai dan Elite Politik Harus Bertanggung Jawab!!
Arsip Berita

SURAT TERBUKA KE PRABOWO

15/06/2025
Kenapa harga BBM tidak turun, meski harga minyak dunia sudah turun
Arsip Berita

Politik Sapu Jagad

09/04/2025
Next Post
Kesehatan yang menjadi ladang bisnis;

Kesehatan yang menjadi ladang bisnis;

https://youtu.be/JTz9zij9Srg
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

26/10/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

29/12/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

Membongkar Gurita Bisnis Yang Dilindungi Polri, KPK, Kejaksaan dan BIN

16/01/2023
(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

26/10/2020
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

0

Fenomena Urbanisasi Pasca Lebaran; Transfer Orang Miskin Ke Kota

0

Soal Plt Pimpinan KPK, Tim Lima Serahkan Nama ke Presiden

0

“Selamatkan Century, Hukum Sudah Kiamat”

0
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025

Recent News

Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Hubungi Kami

GEDUNG KEDAI TEMPO

Jl. Utan Kayu Raya No.68H, RT.13/RW.6,
Kel. Utan Kayu Utara, Kec. Matraman. Jakarta Timur.
DKI Jakarta – Indonesia.
Kode pos : 13120

”KP3-I [email protected]

”KP3-I (+6221) 22897860

”KP3-I
+62 812 8236 6843

Ikuti Kami

TikTok Kp3-i

Tweet info KP3-i

Tweets by kp3_i

  • Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).