Kronologi, Jakarta — Penemu herbal anti Covid-19 Dr Suradi siap menyapa masyarakat yang saat ini tengah berjuang melawan pandemi coronavirus.
Dalam rangka menyambut hari lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, Dr Suradi akan membagikan herbal yang disebutnya sebagai Jamu Pancasila kepada warga di Tanah Air yang membutuhkan.
“Menyambut hari lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 2020 yang ke-75, sebagai anak bangsa kami akan membagikan Ramuan Pancasila, yang dimiliki Dr Suradi kepada seluruh masyarakat di Tanah Air, baik bagi pasien positif covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pengawasan (ODP) secara gratis,” kata Direktur Eksekutif KP3i, Tom Pasaribu kepada wartawan, Jakarta, Minggu (31/05/2020).
“Program ini diperuntukkan khusus bagi warga masyarakat yang benar-benar tidak mampu ataupun yang sangat membutuhkan Jamu Pancasila milik Dr Suradi,” sambungnya.
Tom menjelaskan, melalui program ini pihaknya ingin berkontribusi secara nyata dalam upaya membantu memutus rantai penyebaran virus Corona yang kini menyerang Indonesia.
“Pancasila sebagai ideologi negara harus kita pertahankan melalui sikap dan perbuatan setiap saat agar ruh dari Pancasila tetap berkembang dan bertumbuh setiap saat di Negara yang kita cintai,” katanya.
Ramuan Jamu Pancasila ini adalah hasil temuan anak bangsa ahli mikro biologi Indonesia yang benar-benar memahami bakteorologi dan virus serta keilmuannya dapat dipertanggungjawabkan.
Diharapkan dengan Ramuan Pancasila Indonesia dapat segera terbebas dari pandemi virus corona.
“Dengan demikian rakyat Indonesia dapat beraktifitas kembali secara normal, demikian juga kebudayaan yang kita miliki terpelihara dengan baik,” jelas Tom.
“Tetaplah Jaya Pancasilaku serta lindungi rakyatmu yang saat ini sedang dalam ketakutan dan kekalutan. Merdeka!,” Tom menegaskan.
Untuk mendapatkan Jamu Pancasila Dr Suradi ini anda dapat menghubungi contact person di nomor Telepon/WA: +628111174888, dan +6281282366843 atau melalui email: [email protected]
Melalui nomor tersebut anda juga bisa mengubunginya melalui chat jika ada pertanyaan, memerlukan informasi detail seputar Jamu Pancasila.
Sesuai Hari Lahir Pancasila Tahun 2020 yang ke-75, anda hanya akan dilayani untuk 75 orang pemesan pertama.
Untuk menjamin pemerataan manfaat program, anda juga hanya dapat memesan 1 botol untuk setiap 1 pemesanan. Nantinya, barang akan dikirim sesuai alamat tujuan tempat tinggal anda.
Program ini berlaku selama bulan Juni 2020, dimulai sejak tanggal 1 Juni pukul 00.00 WIB sampai dengan 30 Juni 2020 pukul 24.00 WIB.
Namun, tidak menutup kemungkinan program ini diperpanjang jika masyarakat sangat membutuhkan.
Sudah Didistribusikan ke RS Wisma Atlet
Untuk diketahui, ramuan herbal hasil inovasi Dr Suradi AS, S.Sos, S.T, MM ini sebelumnya juga telah disalurkan ke sejumlah rumah sakit yang merawat pasien positif corona. Termasuk Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
Herbal asli buatan Indonesia ini bahkan disebut telah terbukti berhasil menyembuhkan ratusan pasien yang terinveksi virus corona Covid-19 di sejumlah daerah.
Dr Suradi pun memastikan, ramuan herbal ini dijamin aman dikonsumsi untuk semua usia. Karena semua kandungannya berbahan dasar alami yakni tumbuh-tumbuhan Nusantara, termasuk dari bakteri biologi tanah, tanpa bahan kimia sedikitpun.
Dr Suradi menyatakan, selama ini dirinya sudah menguji coba sendiri kepada masyarakat yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona, dan hasilnya mereka semua sembuh. Dia juga mengaku telah memberikan ramuan ini kepada paramedis, anggota TNI-Polri hingga pejabat daerah.
“Satu pun yang saya obati nggak ada yang nggak sembuh. Secara fisik, saya sendiri dan keluarga setelah mengonsumsi, saya ketemu orang positif pun saya salaman nggak nular. Sampai sekarang sehat,” kata Dr Suradi seperti dikutip detik.com baru-baru ini.
“Saya udah ketemu orang positif (Corona) bukan sepuluh kali, ratusan kali. saya datangi. Orang sibuk takut kena Corona, saya sibuk nyari orang Corona. Saya nemuin orang Corona sampai di luar Jawa juga, saya obati (pake herbal ini) dan sembuh semua. Satu pun belum ada yang nggak sembuh,” dia menegaskan.





















