Pancasila adalah Sikap dan Perilaku.
Pancasila tidak perlu diperingati secara serimonial.
Peringatan hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni hanya sebagai formalitas yang dilakukan Pejabat Negara, Pemerintah serta Partai Politik, untuk memenuhi agenda serta menghabiskan biaya yang sudah dianggarkan. Mereka tidak dapat merealisasikan makna dan tujuan Pancasila yang hakiki melalui inovasi dan inprovisasi berpikir melalui kebijakan sesuai dengan jabatan dan posisi yang mereka emban.
Mereka hanya memanfaatkan Pancasila sebagai doktrin untuk mengelabui rakyat, yang bertujuan agar rakyat percaya bahwa mereka dalam menjalankan roda pemerintahan telah sesuai dengan makna dan tujuan Pancasila, padahal kenyataannya mereka menjadikan Pancasila hanya sebagai yel-yel untuk memperkuat posisi serta sebagai alat merebut kekuasaan.
Adapun kondisi yang sangat bertentangan dengan Pancasila yang langsung dilihat dan dirasakan serta berdampak pada sendi-sendi kehidupan rakyat saat ini antara lain:
– Suburnya Korupsi berjamaah yang telah nenyentuh seluruh sendi-sendi lembaga negara, maupun birokrat.
– dipungutnya pajak sembilan bahan pokok makanan yang merupakan kebutuhan hajat hidup rakyat indonesia
– kenaikan pajak
– iuran jaminan kesehatan
– biaya pendidikan yang mahal
– kartu BPJS sebagai syarat untuk mengurus administrasi dan transaksi
– pembodohan dalam politik
– membiarkan kapitalis menguasai negara
– pertumbuhan ekonomi yang tidak merata
– kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dan permusyawaratan dirubah dengan politik pertikaian dan balas dendam.
– penegakan hukum yang zolim, tajam kebawah dan tumpul ke atas
– mengembang biakkan korupsi dengan sengaja
– Hutang negara sebesar 7000 triliun
– hasil kekayaan alam dikuasai sekolompok orang dan negara asing
– hak kinstitusional rakyat diselewengkan
Selama pemerintah, pejabat negara dan partai politik tidak mengerti dan memahami makna dan tujuan Pancasila yang sesungguhnya, dapat dipastikan keadaan negara serta kehidupan rakyat akan tetap susah, bahkan cita-cita bangsa indonesia mustahil akan diraih. Sebab Pancasila adalah kunci keberhasilan negara dan pemerintah indonesia.
Penulis;
Tomu Pasaribu S.H, M.H.





















