• Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
No Result
View All Result
Home Berita

Aneh, Jokowi Tak Lirik Jamu Corona Milik Dr. Suradi

Tim Redaksi KP3-I by Tim Redaksi KP3-I
23/06/2020
in Berita, News Flash, Politik, Slider Utama
0
Aneh, Jokowi Tak Lirik Jamu Corona Milik Dr. Suradi

Presiden Jokowi

4
SHARES
129
VIEWS
Bagikan Artikel ini

Pandemi coronavirus Covid-19 sudah hampir tiga bulan menghantui masyarakat sejak pertama kali terdeteksi di Indonesia, 2 Maret 2020 lalu.

Meskipun pemerintah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah, namun hingga kini belum ada tanda-tanda wabah asal Wuhan, China itu akan berakhir.

Bahkan, per hari ini, Rabu (20/5), tercatat ada tambahan 693 kasus baru positif dari 19.189 kasus kumulatif. Itu merupakan tambahan kasus terbesar sejauh ini.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-i), Tom Pasaribu saat dihubungi wartawan, Rabu malam (20/5).

Situasi ini telah membuat perekonomian carut marut, demikian juga dengan pola kehidupan yang semakin tidak ada kepastian, masyarakat dipaksa harus mengurung diri di rumah biar tidak terpapar virus corona,” kata Tom.

Hal ini, menurut dia, diperparah ulah para kartel obat dan alat-alat medis seakan sengaja memanfaatkan situasi untuk meraih keuntungan yang besar.

Saya melihat sepertinya situasi dan kondisi ini sengaja dipelihara atau dipertahankan agar kebutuhan APD, sanitizer, vitamin c, vitamin e dan obat-obat lainnya melambung harganya dan susah didapat, atau ada hal lain yang ditutupi seperti kas negara yanh mulai menipis,” urai Tom.

Padahal, kata Tom, di sisi lain, ada jamu Pancasila, sebuah ramuan herbal milik Jenderal Dr Suradi, yang sudah terbukti ampuh membantu menyembuhkan pasien Covid-19.

Menurut Tom, dalam situasi teror wabah corona yang sangat mencekam ini, herbal tersebut menjadi satu-satunya harapan setiap orang untuk dapat sembuh jika terinveksi coronavirus.

Dengan lantangnya seorang putra bangsa Dr Suradi mengatakan bahwa beliau memiliki jamu Pancasila yang mampu mencegah, mengobati rakyat Indonesia dari virus corona, bahkan di RS Wisma Atlet, jamu herbal tersebut sudah diuji coba seperti yang disampaikan Tim Riset Herbal Covid-19, demikian juga di Pulau Galang, dan hasilnya sangat memuaskan menurut para medis yang ada di Pulau Galang,” jelas Tom.

Belum lagi, lanjut Tom, dari pengakuan Dr Suradi sesuai dengan bukti-bukti yang dimilikinya bahwa orang yang positif Covid-19 setelah minum jamu Pancasila itu setelah di swab negatif dari Covid-19. Bahkan dikalangan tertentu Jamu Pancasila saat ini dicari untuk dikonsumsi secara mandiri oleh masyarakat.

Makanya, saya hanya sedikit heran kenapa pemerintah yang mengumumkan covid-19 sebagai bencana nasional, tetapi penanganannya begitu rendah? Kenapa misalnya Pak Jokowi sebagai Presiden tidak mencoba memanggil Dr Suradi untuk membuktikan jamu Pancasilanya itu?,” sambung Tom.

Bukannya, kalau betul dan terbukti jamu herb itu ampuh, rakyat indonesia akan cepat terbebas dari virus corona. Meskipun, mungkin virus tersebut akan tetap berdampingan dengan kehidupan masyarakat,” tegas dia.

Disisi lain, Tom menambahkan, dirinya melihat Presiden Jokowi seakan lupa bahwa dalam situasi dan kondisi ini pun ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi agar orang nomor satu di RI itu tergelincir dari kursi yang diduduki saat ini.

Wawasan nusantara, patriotisme, Pancasilais, hanya akan dapat terbukti dari sikap dan perbuatan Bapak sebagai Presiden di situasi saat ini yang sangat mengacaukan budaya dan adat-istiadat Nusantara, seperti berjabat tangan dan berkumpul. Semoga Bapak Presiden dapat memaknai situasi ini adalah sebuah intropeksi diri buat seluruh bangsa Indonesia,” tutup Tom.

Tags: #aniesbaswedan#gerindra#golongankarya#indonesia#jakarta#jokowidodo#komitepemantaupemberdayaanparlemenindonesia#pdiperjuangan#pemerintah#polti#prabowosubiato#Presidenjokowidodo#TNIcoronacoronavirusherbalklinisKP3-IpancasilaRakyatreformasi
Share2Tweet1SendSendShare
Previous Post

Herbal Covid-19 Dr Suradi Dibagikan Tim Gugus Tugas ke RS Wisma Atlet, Hasilnya?

Next Post

Pengamat: Pemerintah agar buktikan khasiat herbal Nusantara anticorona

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Related Posts

Jokowi Presiden Inkonstitusional
Arsip Berita

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia
Berita

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut
Arsip Berita

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK
Arsip Berita

PRESS RELEASE

21/06/2025
Partai dan Elite Politik Harus Bertanggung Jawab!!
Arsip Berita

SURAT TERBUKA KE PRABOWO

15/06/2025
Kenapa harga BBM tidak turun, meski harga minyak dunia sudah turun
Arsip Berita

Politik Sapu Jagad

09/04/2025
Next Post
Pengamat: Pemerintah agar buktikan khasiat herbal Nusantara anticorona

Pengamat: Pemerintah agar buktikan khasiat herbal Nusantara anticorona

https://youtu.be/JTz9zij9Srg
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

26/10/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

29/12/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

Membongkar Gurita Bisnis Yang Dilindungi Polri, KPK, Kejaksaan dan BIN

16/01/2023
(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

26/10/2020
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

0

Fenomena Urbanisasi Pasca Lebaran; Transfer Orang Miskin Ke Kota

0

Soal Plt Pimpinan KPK, Tim Lima Serahkan Nama ke Presiden

0

“Selamatkan Century, Hukum Sudah Kiamat”

0
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025

Recent News

Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Hubungi Kami

GEDUNG KEDAI TEMPO

Jl. Utan Kayu Raya No.68H, RT.13/RW.6,
Kel. Utan Kayu Utara, Kec. Matraman. Jakarta Timur.
DKI Jakarta – Indonesia.
Kode pos : 13120

”KP3-I [email protected]

”KP3-I (+6221) 22897860

”KP3-I
+62 812 8236 6843

Ikuti Kami

TikTok Kp3-i

Tweet info KP3-i

Tweets by kp3_i

  • Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).