• Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
No Result
View All Result
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)
No Result
View All Result
Home Berita

Negara Ecek – Ecek

Tim Redaksi KP3-I by Tim Redaksi KP3-I
28/11/2020
in Berita, Politik, Slider Utama
0
Negara Ecek – Ecek

winter, virus, coronavirus, medical mask, face mask, china virus, group, people, women, man, sick, heat, people, hot

2
SHARES
74
VIEWS
Bagikan Artikel ini

Negara ecek-ecek
Suatu negara yang kuat adalah yang memiliki dasar dan fundamen yang kuat, dahulu Indonesia
sebuah negara yang sangat kuat, karena memiliki Pancasila dan Pembukaan UUD 45, dan
sepertinya tidak banyak negara yang memiliki Preambule UUD, bahkan yang memiliki Pancasila
tentunya hanya Indonesia.
Setelah era reformasi Indonesia menjadi bagian dari negara ecek-ecek, apalagi setelah
Indonesia diserang Pandemi Covid-19. Negara kalau mau kuat harus benar-benar menjalankan
fungsinya sesuai tupoksi yang telah termaktub dan di undangkan keseluruh dunia,
masing-masing lembaga harus menuntaskan masalah-masalah yang urgent untuk kepentingan
bersama serta menjaga agar tidak timbul masalah baru.
Namun saat ini Indonesia sebuah negara ecek-ecek,kira-kira begini kalimatnya “ntar dibilang
tidak ada padahal ada, ntar dibilang ada padahal tidak ada” begitulah situasi dan kondisi saat ini.
Disaat pandemi covid-19 menyebar ditengah masyarakat pemerintah langsung membuat
pemberitahuan yang begitu sangat mencekam, semua aturan dikeluarkan tetapi tidak dapat
dipatuhi rakyat dikarenakan situasi dan kondisi.
Lalu kenapa Indonesia jadi negara ecek-ecek?
Sebagai refrensi Indonesia menjadi negara ecek-ecek adalah;
1. Dalam penanganan covid-19 yang ditetapkan menjadi bencana kesehatan Nasional ditangani
secara ecek-ecek
2. Penanganan tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak dibayar rakyat dijawab dengan
ecek-ecek
3. Penanganan pasien posif, odp dab pdp covid-19 serta pencegahan dan memutus rantai
pandemi ditangani dengan ecek-ecek
4. Keputusan DPR tentang pembatalan kenaikan tarif BPJS dianggap ecek-ecek oleh pemerintah
sehingga pemerintah menaikkan iuran BPJS
5 pembahasan RUU HIP dianggap ecek-ecek sehingga DPR mencabut RUU HIP dan mengganti
dengan RUU BPIP
6. Pembayaran gaji ke 13 diumumkan ecek-ecek
7. Indonesia diambang krisis yang menakutan kata menteri keuangan, pernyataan ini sudah lebih
dari 5 kali dalam sebulan akhirnya jadi pernyataan ecek-ecek
8. Menteri kurang tanggap dalam menghadapi pandemi covid-19 maka saya akan nelakukan
reshufel kabinet kata Presiden tapi tida ada reshufel kabinet pernyataan ecek-ecek
9. Sudah ditemukan vaksin covid-19 tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan pernyataan Dewan
ecek-ecek
10. Bulan Juni-Juli diprediksi kasus pandemi covid-19 menurun, kenyataannya yang positif
semakin cepat bertambah, pernyataan ecek-ecek
Sepertinya masih banyak yang ecek-ecek pernyataan para pejabat saat ini.
11. Ribut penerimaan siswa baru dengan batas usia, sementara batasan umur masuk sd dan
batasan umur masuk SMP tidak ada, aturan ecek-ecek
Nah ada kasus yang aneh pejabat mengeluarkan surat jaminan pelarian kasus tindak pidana
korupsi, bahkan e-ktpnyapun bisa keluar penanganan hukum ecek-ecek.
64 kepala sekolah mengundurkan diri karena diperas penegak hukum

Penegak hukum ecek-ecek.
Ketua KPK menggunakan fasilitas mewah tapi sampai saat ini tidak jelas penanganannya,
penanganan ecek-ecek.
Kalau semua ecek-ecek dilakukan pemerintah Indonesia saat ini lalu yang serius apa? Tidak usah
ragu pemerintah masih memiliki segudang prestasi.
Adapun kebijakan pemerintah Indonesia, yang dianggap menjadi prestasi;
1. Kenaikan gaji dan tunjangan
2 . Pencalonan anak, ponakan, keluarga, sanak saudara untuk menduduki komisaris dan direktur
BUMN
3. memuluskan anak, menantu, sanak saudara dalam penjaringan dan pemilihan kepala daerah
4. Membuat aturan-aturan agar tidak boleh tersentuh hukum meskipun kebijakan dibuat dari niat
yang tidak benar.
5. Memanfaatkan situasi covid-19 mencari keuntungan pribadi dan kelompok
Nah pertanyaannya,
Bolehkah rakyat ecek-ecek membayar tagihan listrik?
Jangan coba-coba kawan ntar kena denda.
Boleh tidak rakyat ecek-ecek membayar pajak?
Tidak disarankan juga ecek-ecek membayar pajak ntar kena pidana.
Bolehkah rakyat ecek-ecek berbicara?
Jangan lakukan kawan ntar tersandung hukum.
Lalu apa saja yang boleh dilakukan rakyat ecek-ecek?
Tenang, ada beberapa yang bisa dilakukan rakyat dengan ecek-ecek seperti;
1. Bernyanyi ecek-ecek
2. Berlari ecek-ecek
3. Tertawa ecek-ecek
4. Sakit ecek-ecek
5. Keluar ecek-ecek
6. Belajar ecek-ecek
7. Menulis ecek-ecek
Nah apa pengertian dan filisofi ecek-ecek silahkan tanya mbah google, tapi kalau dikampung
saya disiantar sana kalimat ecek-ecek itu sangat mudah dimengerti.
Buatlah semua sekarang ecek-ecek?
Masih ada yang mau bertanya ecek-ecek?
😂😀😂😂😄😆🤣👍￾
Krawang-Bekasi 16 Juli 2020
#Tompastheghembelpinggiran￾

 

Tags: #aniesbaswedan#gerindra#golongankarya#indonesia#jakarta#jokowidodo#komitepemantaupemberdayaanparlemenindonesia#pdiperjuangan#pemerintah#polti#prabowosubiato#Presidenjokowidodo#TNIKP3-IpancasilaRakyatreformasi
Share1Tweet1SendSendShare
Previous Post

Eks relawan

Next Post

Anis pembaca yang baik

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi KP3-I

Tim Redaksi Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Related Posts

Jokowi Presiden Inkonstitusional
Arsip Berita

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia
Berita

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut
Arsip Berita

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK
Arsip Berita

PRESS RELEASE

21/06/2025
Partai dan Elite Politik Harus Bertanggung Jawab!!
Arsip Berita

SURAT TERBUKA KE PRABOWO

15/06/2025
Kenapa harga BBM tidak turun, meski harga minyak dunia sudah turun
Arsip Berita

Politik Sapu Jagad

09/04/2025
Next Post

Anis pembaca yang baik

https://youtu.be/JTz9zij9Srg
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

Adakah Hubungan Kematian Harry Mulyono Dengan Ijazah Palsu?

26/10/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

29/12/2022
PENGUASA MEGA PROYEK DI POLRI DAN BIN

Membongkar Gurita Bisnis Yang Dilindungi Polri, KPK, Kejaksaan dan BIN

16/01/2023
(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

(RMOL Jakarta) KP3-I Desak PBB Buktikan Covid-19 Bukan Senjata Biologis

26/10/2020
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

0

Fenomena Urbanisasi Pasca Lebaran; Transfer Orang Miskin Ke Kota

0

Soal Plt Pimpinan KPK, Tim Lima Serahkan Nama ke Presiden

0

“Selamatkan Century, Hukum Sudah Kiamat”

0
Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025

Recent News

Jokowi Presiden Inkonstitusional

Pemerintah Indonesia, Lebih Jahat dan Lebih Sadis Dari VOC Terhadap Rakyat Indonesia

29/06/2025
Arti Dan Makna Pancasila Bagi Negara Indonesia

Indonesia Dipastikan Tidak Terlibat Perang Dunia Ke III.

25/06/2025
SURAT TERBUKA Kepada Oppung Luhut

  Surat Resmi Ke Pemerintahan Belanda

23/06/2025
Tuntaskan Kasus Formula E, KP3i Dorong DPRD DKI Minta Audit Investigasi BPK

PRESS RELEASE

21/06/2025
Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I)

Hubungi Kami

GEDUNG KEDAI TEMPO

Jl. Utan Kayu Raya No.68H, RT.13/RW.6,
Kel. Utan Kayu Utara, Kec. Matraman. Jakarta Timur.
DKI Jakarta – Indonesia.
Kode pos : 13120

”KP3-I [email protected]

”KP3-I (+6221) 22897860

”KP3-I
+62 812 8236 6843

Ikuti Kami

TikTok Kp3-i

Tweet info KP3-i

Tweets by kp3_i

  • Profil KP3-I.com
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan Penggunaan
  • Contact

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Hukum
  • Pajak
  • Politik
  • Arsip Berita
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010

Copyright © 2025 - Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I).